Serunya Para Bocah Bermain Kelereng
Sewaktu saya libur kerja, di depan rumah saya selalu saja dipenuhi bocah-bocah yang sedang asyik bermain permainan tradisional. Entah itu main bola, main kelereng maupun mainin hati, eh... SKIP yang ketiga!!
Suara riuh pikuk teriakan bocah selalu terdengar. Menandakan betapa serunya permainan yang mereka mainkan. Apalagi di bulan puasa ini, yang notabene mereka liburan sekolah selama sebulan penuh. Jadi selalu saja suasana ramai sama para bocah yang bermain di pagi hari.
Pekarangan rumah kecilpun nggak jadi masalah
Serunya bermain kelereng bersama
Saat melihat para bocah sedang asyik bermain kelereng, saya jadi teringat masa kecil saya dulu. Dimana kelereng, layangan dan bola menjadi objek permainan yang sangat seru saat itu. Zaman saya dulu nggak kenal yang namanya gadget, lah wong belum ada gadget waktu itu. Taun 1988-1989 bro. Tua amat ya saya. -:)
Baca juga artikel : Memory of My Traditional Games
Ternyata kebersamaan itu sangat mengasyikkan ya. Mereka bisa saling bercengkrama satu sama lain ketika bermain. Nggak ada yang namanya individualistis atau menyendiri. Kerjasama dalam permainan menjadi prioritas bagi mereka. Hmmm... Jadi iri pengen bermain lagi.
Ternyata kebersamaan itu sangat mengasyikkan ya. Mereka bisa saling bercengkrama satu sama lain ketika bermain. Nggak ada yang namanya individualistis atau menyendiri. Kerjasama dalam permainan menjadi prioritas bagi mereka. Hmmm... Jadi iri pengen bermain lagi.
Mudah-mudahan permainan tradisional akan tetap dilestarikan oleh para bocah pada zaman kekinian ya.
Baca juga artikel :
Posting Komentar untuk "Serunya Para Bocah Bermain Kelereng"